Perjuangan Warga Papua Mencari Sinyal dan Pulsa

Berbarengan dengan penetrasi service video-streaming yang makin agresif di lokasi perkotaan, masih tetap ada orang-orang pedesaan yang perlu berjalan kaki beberapa ratus meter cuma untuk menelpon atau kirim SMS.

Paling tidak demikian yang dirasa Yordan, warga desa Sosiri, distrik Waibu, Jayapura, Papua.

” Bila ingin menelpon mesti naik gunung, ” kata dia pada KompasTekno, Rabu (28/9/2016) di sela-sela Festival Desa Tehnologi Komunikasi serta Info (Destika) di Danau Sentani, Kalkote, Jayapura, Papua.

Yordan yaitu satu diantara pengisi acara pertunjukan hiburan di Festival Destika. Ia serta kawanannya bermain seruling untuk menyemarakkan acara tahunan itu.

Pria paruh baya itu menyebutkan mesti jalan 300 mtr. bila menginginkan menghubungi kerabatnya lewat handphone. Janganlah pikirkan handphone yang dia maksud yaitu keluaran brand kawakan seumpama Samsung atau Apple. Yordan tidak mengetahui lini itu.

Hp yang ia maksud yaitu hp ” kecil ” yang tidak beda yaitu fitur phone yang cuma dapat digunakan untuk menelepon atau mengirim SMS saja. Menurutnya, tetangga-tetangganya di Sosiri tidak mengetahui hp ” besar ” yang kita sebut smartphone.

Beli pulsa juga susah

Tidak hanya perjuangan mencari tanda yang dirasa Yordan, namun juga perjuangan mencari pulsa. Di Sosiri, tidak ada orang yang berjualan pulsa. Warga mesti jalan belasan km. untuk hingga ke perbatasan kota untuk beli pulsa.

Hal sama disibakkan Bobi, pengisi acara yang lain yang menghadirkan tarian tradisionil Papua. Ia menyimpan keinginan pada pemerintah pusat untuk memboyong tanda berkwalitas untuk orang-orang Indonesia Timur.

Ia tidak muluk-muluk memohon jaringan internet. Seandainya dapat menelpon dengan lancar serta gampang ia telah suka.

” Memperoleh info dengan gampang perlu buat kami agar dapat sama dengan orang-orang kota, ” ia menjelaskan.

Kerabatnya, Milka, seiya sekata. Gadis remaja itu menginginkan dapat ketahui apa yang berlangsung di belahan dunia beda dengan mudah. ” Agar kami juga pandai, ” katanya.

Usaha Kemenkominfo

Hal semacam ini jadi perhatian Kementerian Komunikasi serta Info (Kemenkominfo). Lewat project Palapa Ring, pemerintah menginginkan mengalirkan jaringan internet ke beberapa daerah pelosok, satu diantaranya Papua.

Minggu ini, Kemenkominfo juga mengadakan festival tahunan Desa Tehnologi Info serta Komunikasi (Destika) di Jayapura. Terlebih dulu, Destika sempat di gelar di Melung, Majalengka, serta Belitung Timur.

” Ini yaitu program untuk membuat desa dari bidang tehnologi. Kami menginginkan semuanya orang-orang dapat memakai tehnologi dengan maksimum, ” kata Kepala Seksi Aplikasi Tehnologi serta Infrastruktur Dirjen Aptika Kemenkominfo, Aris Kurniawan, pada KompasTekno.

Festival Destika di gelar mulai Rabu (28/9/2016) hingga Jumat (30/9/2016) di Danau Sentani, Jayapura.

Tidak kurang dari 1. 000 peserta dari perwakilan desa dari semua Indonesia, Kemenkominfo, developer, startup, serta Pemda akan berkumpul untuk sama-sama sharing pengetahuan masalah pemakaian tehnologi.

Ingin beli pulsa pake paypal? Cek aja disini http://www.pulsa24jam.id dan dapatkan bonus promonya