Cara Luluran Supaya Kulit Lebih Cantik

Cara Luluran Supaya Kulit Lebih Cantik

Selain memakai produk perawatan kulit yang bisa dipakai saat mandi atau tatkala sebelum tidur, banyak wanita di Indonesia yang masih memakai metode perawatan tradisional berupa luluran. Dengan memakai lulur, kita bisa mendapatkan kulit yang cantik, sehat, mulus, dan cerah. Lulur sendiri sangat mudah ditemukan di berbagai toko atau swalayan dan sangat mudah untuk digunakan. Sayangnya, banyak wanita yang masih belum menerapkan teknik luluran yang tepat.

Jika pada jaman dahulu banyak puteri kerajaan Jawa kuno yang memakai lulur dari bahan alami layaknya beras, kunyit, atau bahkan susu, maka kini kita tinggal memakai produk lulur yang hampir mirip dengan sabun cair. Meskipun berbeda, produk lulur modern juga telah dibuat sedemikian rupa agar bisa menyerupai manfaat beras yang mampu membersihkan kulit dan mengangkat sel-sel kulit mati, kunyit yang mampu mencerahkan kulit, dan susu yang membuat kulit semakin lembut.

Lantas, seperti apakah cara memakai lulur yang paling tepat? Pakar kecantikan menyebutkan jika kita sebaiknya tidak memakai lulur terlalu sering. Kita cukup luluran seminggu sekali saja. Frekuensi ini diyakini akan paling aman bagi kesehatan kulit kita karena andai kita melakukannya terlalu sering, maka dikhawatirkan bahan alami yang berupa butiran-butiran yang bisa kita temukan dalam lulur justru akan membuat kerusakan pada jaringan kulit.

Banyak wanita yang memakai lulur dengan cara menggosoknya dari atas ke bawah. Padahal, menurut pakar kecantikan, gerakan paling tepat untuk memakai lulur adalah gerakan memutar. Dengan melakukan gerakan memutar, maka sel-sel kulit mati dan berbagai kotoran pada kulit bisa lebih mudah terangkat. Gerakan ini juga akan membuat kulit kita lebih kencang. Menggosokkan lulur dari atas ke bawah hanya akan membuat kulit kita mengendur dan turun.

Dengan mengetahui cara memakai lulur yang benar, maka kita pun akan bisa mendapatkan kulit nan cantik, halus, dan mulus layaknya kulit puteri raja pada jaman dahulu.